Sentra IKM Porang Segera Beroperasi, Produksi Capai 80 Ton Per Hari

Uncategorized301 Dilihat
banner 468x60

Penegak.com – Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan industri porang. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, usai melakukan pengecekan Sentra IKM Porang di Pringgabaya.

 

banner 336x280

Bupati menyatakan bahwa pabrik pengolahan porang di wilayahnya telah memiliki standar modern dan mampu memproses bahan baku hingga menjadi chip dan tepung. Meski saat ini baru beroperasi pada tahap pengolahan chip karena keterbatasan bahan baku, pihaknya berencana untuk menghimpun petani porang se-Nusa Tenggara Barat (NTB) guna menjamin pasokan.

 

Haerul Warisin menegaskan bahwa petani porang akan diberikan jaminan harga dan pembelian. “Kami akan beli setiap hasil panen petani agar pabrik ini bisa berproduksi terus,” ujarnya. Selain itu, hasil produksi pabrik telah memiliki mitra buyer langsung dari Tiongkok yang bahkan turut membina proses produksi untuk menjaga kualitas.

 

Diharapkan, petani dapat mulai menanam porang pada September mendatang agar dapat dipanen pada Februari-Maret 2025. Tak hanya mengandalkan pasokan dari NTB, Bupati juga membuka peluang impor bahan baku dari Jawa untuk diproses di Lombok Timur.

 

Direktur PT Sanindo Pangan Rinjani, H. Dhian Rahadian, menjelaskan bahwa pabrik ini memiliki kapasitas produksi 50-80 ton bahan baku per hari. Proses pengolahan dimulai dari pembersihan, perendaman, pemotongan, hingga pengeringan dengan oven berbahan bakar cangkang kemiri yang dipilih karena ketersediaannya di daerah setempat.

 

Produk yang dihasilkan berupa chip atau tepung, tergantung permintaan buyer. Untuk memaksimalkan ekspor, chip porang dihancurkan menjadi ukuran lebih kecil agar muatan kontainer lebih efisien.

 

Meski potensinya besar, industri porang masih menghadapi kendala pasokan bahan baku dan ketersediaan bibit. Dhian mengungkapkan bahwa pabrik membutuhkan sekitar 350 hektar lahan tanam untuk memenuhi kebutuhan produksi. Harga porang juga fluktuatif, mulai dari Rp7.000–Rp8.000 per kg di awal musim, dan bisa meningkat seiring waktu.

 

Pemerintah Lombok Timur berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan porang sebagai komoditas unggulan yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan perekonomian daerah.

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *