TMMD Wujudkan Mimpi Amak Jumakyah Punya Rumah Layak Huni

Berita675 Dilihat
banner 468x60

Penegak.com – Puluhan tahun lamanya Amaq Jumakyah (87) bersama keluarganya tinggal dalam gubuk reyot berdinding pagar bedek di Dusun Tengak Bat, Desa Kesik Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur. Rumah itu terbilang jauh dari kata layak huni.

 

banner 336x280

Amaq Jumakyah saat ditemui Penegak.com mengaku punya mimpi lama untuk bisa punya rumah layak huni. Rumah yang sehat dan nyaman untuk ditempati bersama keluarga tercinta. Usianya yang tak lagi muda membuatnya tak kuasa untuk memburu biaya membangun rumah idamannya.

 

Amak Jumakyah sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan. Ia harus mencari nafkah untuk keluarga. Bapak enam anak ini tetap bertahan hidup di tengah keterbatasan ekonomi. Anak-anaknya sebagian besar merantau ke luar negeri demi meningkatkan ekonomi keluarga. Usia dan kondisi fisiknya yang sudah tidak cekatan lagi bekerja membuatnya bergantung pada bantuan anak-anaknya.

 

Hadirnya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang membangunkannya rumah membuat Amaq Jumakyah tersenyum bahagia. TMMD ke-121 yang dilaksanakan oleh Kodim 1615/Lotim telah mengubah nasibnya dengan membangun rumah permanen yang layak huni. Mimpinya itu benar-benar bisa terwujud.

 

Amak Jumakyah mengaku tidak pernah membayangkan bahwa di sisa hidupnya ia akan tinggal di sebuah rumah dengan lantai keramik dan kamar mandi yang layak. Program renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebelumnya tidak pernah bisa direalisasikan sepenuhnya karena keterbatasan dana, meskipun hanya mendapat stimulan sebesar Rp15 juta.

 

Jumakyah ini menyatakan dirinya belum terbiasa tinggal di rumah ini. “Rasanya masih aneh,” ucapnya. Rumah layak huni yang dibangunkan TNI ini dinilai telah memberikan perubahan yang sangat berarti baginya.

Rumah Amaq Jumakyah ini terlihat benar-benar nyaman. Meski kecil, tapi dirasakan sangat luar biasa. Rumah itu berlantai keramik, dinding beton, dan fasilitas yang lebih baik daripada yang pernah dibayangkannya. “Saya sangat bersyukur,” ungkapnya.

 

Nasrin, anak Amaq Jumakyah juga merasakan keberuntungan besar atas bantuan ini. Meskipun cita-citanya untuk memperbaiki rumah orangtuanya tidak bisa terwujud sebelumnya karena keterbatasan ekonomi, program TMMD telah memberikan lebih dari yang mereka harapkan.

 

Kepala Wilayah Dusun Tengak Bat, Kamarudin, yang selalu berjuang untuk menghadirkan perubahan positif bagi warganya, mengakui bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kerjasama yang baik antara masyarakat dan TNI dalam program TMMD.

 

“Kami berharap semua warga yang membutuhkan mendapatkan bantuan seperti yang diterima oleh Amak Jumakyah,” ucap Kamarudin dengan penuh harap.

 

Rumah Amak Jumakyah bukan hanya sekedar tempat tinggal baru, melainkan simbol keberhasilan sebuah program yang membawa perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat pedesaan. Program TMMD telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, mimpi-mimpi untuk memiliki rumah layak huni bisa menjadi kenyataan, bahkan di usia senja sekalipun.

 

Komandan Distrik Militer (Dandim) 1615 Lotim, Letkol Inf. Bayu Sigit Dwi Untoro mengemukakan pembangunan rumah layak huni menjadi bagian dari program TMMD. TNI mencoba hadir menjadi solusi untuk meringankan beban warga. Warga kurang mampu di sasaran TMMD ini diharapkan bisa terlepas dari persoalan kemiskinan yang melilit. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *