Petani Tembakau di Lombok Timur Menanam  Tembakau Pakai Es Batu

Berita, Pertanian794 Dilihat
banner 468x60

Petani tembakau di wilayah Selatan  Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat menanam tembakau menggunakan pecahan es . Pilihan menggunakan es batu ini karena melihat tekstur tanahnya yang sudah mengeras karena kekeringan.

 

banner 336x280

Noviana, petani tembakau saat berada di tengah sawahnya, Sabtu, tanggal 29 Juni 2024 lalu menjelaskan pilihannya menggunakan es batu untuk membasahi tanah yang sudah dilubangi sebagai tempat tanam. Es batu berbentuk balok ini dibeli seharga Rp 15 ribu per balok. 

 

Es terlebih dulu dipecah-pecah baru kemudian diletakkan di atas tanah yang akan ditanami tembakau. Setelah tanah basah karena es yang mencair, baru kemudian dilakukan penanaman tembakau. Biasanya, siang harinya letakkan es batu baru kemudian sore hari dilanjutkan dengan tanam tembakau.

 

Karena kondisi lahan yang sangat kering, Noviana mengaku sudah dua kali melakukan penanaman dengan juga menggunakan es batu. Tanam pertama tembakaunya mati kekeringan. Tanam keduanya ini diharapkan tidak mati lagi. Karenanya diperlukan perlakuan khusus lagi dengan memantau terus perkembangan tanaman. Tembakau tetap dijaga agar tidak layu, kering dan mati. “Harus tetap kita sirami lagi menggunakan air yang kita beli,” imbuhnya.

Hal senada dikatakan Habibi, petani tembakau di Dusun Sagik Mateng Desa Pene yang ditemui terpisah. Dia mengatakan dalam satu hektar lahan dibutuhkan 50 balok es batu. Krisis air di Desa Pene ini diakui biasa terjadi sepanjang musim. Akan tetapi, tahun ini disebut cukup parah. 

 

Pada musim tanam tahun sebelumnya masih ada sisa air hujan yang bisa digunakan petani. Kejadian tahun 2018 silam, tuturnya kembali terulang. “Tahun 2018 lalu kita di sini pernah pakai es batu, sekarang kembali terulang karena memang tidak ada air,” ungkapnya.

 

Diketahui, tanaman tembakau merupakan jenis tanaman yang tidak terlalu membutuhkan air. Sisa lahan yang masih basah di penghujung musim hujan masih bisa digunakan biasanya setiap tahunnya langsung menanam tembakau. Seperti siklus lima tahunan, tahun ini lahan sangat kering sehingga terpaksa harus dibasahi dulu pakai es batu baru bisa petani tanami bibit tembakau.

 

Penggunaan es batu ini dilakukan petani di Desa Pene sejak tiga bulan terakhir. Petani membeli es balok di Dusun Tutuq Desa Jerowaru. “Langsung petani beli di pabriknya,” sebut Habibi yang juga perangkat desa di Desa Pene ini menambahkan.

 

Alasan lain menggunakan es batu balok ini karena dinilai lebih efisien. Petani bisa menghemat biaya. Dibandingkan dengan membeli air satu tangki, petani lebih memilih membeli es dan juga lebih efektif sebaran sasaran penggunaannya. Meski demikian, petani masih tetap membeli air untuk menyiram tanaman tembakau yang sudah ditanam.

 

Air masih tetap dibutuhkan saat dilakukan pemupukan dan penyiraman-penyiraman berkala guna menjaga kesegaran tanaman. Seperti penuturan Zaidun pada tanaman tembakaunya yang sudah berusia 2 Minggu. 

 

Embung dan waduk warga sebagian besar sudah mengering sehingga terpaksa harus membeli air tangki. Kebiasannya, untuk satu hektar lahan dibutuhkan sekitar 30 tangki air. Satu tangki berukuran 5.000 liter.

 

Musim tanam tembakau tahun ini pun dianggap cukup berat bagi petani. Biaya produksi pastinya akan lebih mahal. Mulai dari penanaman dana yang dibutuhkan untuk beli es batu saja Rp 15 ribu dikali 50 balok, Rp 750 ribu. Bibit Rp 150 dikali 12 ribu kebutuhan bibit per hektar, maka untuk bibit saja butuh Rp 1,8 juta. Beli air untuk penyiangan Rp 150 ribu dikalikan 30 tangki, maka butuh Rp 4,5 juta dana air per hektar.

 

Belum terhitung kebutuhan biaya buruh mulai dari penanaman, perawatan hingga panen tiba. Saat ini upah buruh Rp 30 ribu per orang. Dalam satu hektar lahan, dibutuhkan tenaga buruh 15-20 orang. Sehingga ketika dikalkulasikan semua kebutuhan biaya produksi bisa mencapai ratusan juta rupiah.

 

Karenanya, harapan para petani tembakau di wilayah Lotim selatan ini harga jual tembakau harus memadai. Pada musim panen 2023 lalu, harga jualnya Rp 42,5 ribu per kilogram krosok. Hitungan petani, agar petani bisa untung maka arga tembakau sekarang minimal Rp 40 ribu perkilogram krosok. Dibawah itu dipastikan petani merugi.

 

Mengingat besarnya biaya produksi mulai musim tanam ini, para petani tembakau ini berharap bisa dibantu oleh pemerintah. Setidaknya bantu mengurangi biaya produksi sehingga petani tidak terlalu besar mengeluarkan dana. Bantuan air untuk menyiram lahan sangat didambakan petani. Kondisi iklim ini membuat khawatir tumbuh kembang tanaman tembakau tidak baik. 

 

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur (Lotim) Mirza Sophian menyebut petani tembakau ini luar biasa. Menanam menggunakan es batu di daerah kering menjadi bukti petani di Lotim ini hebat danuar biasa. “Petani kita cerdas karena selalu punya inovasi hadapi tantangan alam,’” ucapnya.

 

Selain petaninya yang hebat, menurut Mirza, komoditi tembakau punya daya tarik luar biasa. Saat tidak ada air masih bisa ditanam oleh petani. Tanaman tembakau ini tidaklah membutuhkan air yang besar. Dengan air secukupnya, masih bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

 

Tanaman tembakau jika dibandingkan dengan komoditi lain dari sisi penggunaan air jauh lebih efisien. Inovasi petani di wilayah selatan yang kekurangan air ini menjadi bukti petani cukup tangguh.

 

Saat ini, kondisi cuaca sangat susah sekali diprediksi. Ramalan cuaca dari Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG) terjadi anomali cuaca.

 

Menurut Mirza, sosialisasi Dinas Pertanian agar antisipasi anomali cuaca dinilai sudah berhasil. “Alhamdulillah sosialisasi berhasil antisipasi perubahan cuaca, petani sudah bikin drainase untuk hadapi lanina. 

 

Untuk pengairan, bendungan Pandanduri ini hanya bisa sampai di Pandan Wangi. Sedangkan di wilayah selatan lagi, Wakan, Pene, Batu Nampar dan Batu Nampar Selatan diakui kering. 

 

Terhadap lokasi-lokasi yang tidak terjangkau oleh bendungan akan coba dihadirkan sumur bor. Saat ini sedang dilakukan survei di beberapa tempat untuk kemudian diusulkan pembangunan sumur bor. Harapannya kedepan bisa lebih mudah petani dalam mengakses air. (r1)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *