Penegak.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama Universitas Mataram (UNRAM) resmi menjalin kerja sama teknis yang lebih erat. Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat bupati setempat pada akhir April 2026, dilakukan penandatanganan dokumen hibah dari pemda untuk mendirikan pusat penelitian rumput laut serta klinik spesialis kedokteran kepulauan di kawasan Ekas.
Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menyampaikan bahwa saat ini fokus utama pemerintah daerah adalah menyelesaikan masalah nonaktifnya kepesertaan BPJS Kesehatan bagi warganya. Jika tidak ditemukan solusi tepat, tambahan anggaran hingga Rp55 miliar diperlukan. Meski begitu, ia bersyukur karena Lombok Timur masih mampu melakukan pembangunan secara bertahap.
Menyikapi kondisi tersebut, pemberian subsidi bagi mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) akan dievaluasi ulang. Selama ini, pemda telah mengalokasikan dana untuk lulusan kedokteran UNRAM yang mengabdi di daerah, kemudian direkomendasikan melanjutkan ke jenjang spesialis. Bupati berharap ke depan, para spesialis lulusan UNRAM memiliki ikatan moral untuk kembali mengabdi di Lombok Timur.
Terkait pemanfaatan lahan hibah di Ekas, pihak pemda menginginkan pengembangan yang terintegrasi dengan keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih, dukungan dari koperasi desa, rencana pembangunan stasiun pengisian bahan bakar nelayan, serta pabrik es batu untuk menjaga stabilitas harga hasil laut.
Rektor UNRAM, Sukardi, dalam kesempatan itu juga membahas potensi kerja sama dengan mahasiswa kedokteran, kendala sarana dan prasarana perkuliahan, serta pemberian subsidi biaya pendidikan atau uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa asal Lombok Timur di UNRAM yang masuk dalam golongan kurang mampu.
Turut hadir dari jajaran pemda antara lain sekretaris daerah, kepala dinas kesehatan, dan kepala BPKAD. Sementara dari UNRAM hadir sejumlah guru besar dan rombongan rektorat.














