TGB Zainul Majdi Apresiasi Festival Akademik Santri di Sekolah Islam Thailand

Berita151 Dilihat
banner 468x60

 

Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, MA., melakukan kunjungan silaturahmi dan memberikan tausiah di Sekolah Markas Asshaqofah al-Ammah, Thailand. Kunjungan yang berlangsung pada 21 Januari 2026 ini turut dimanfaatkan untuk meninjau langsung kegiatan festival akademik yang digelar para santri dan santriwati.

banner 336x280

 

Didampingi Wakil Rektor I, Dr. Abdul Hayyi Akrom, M.Pd., serta rombongan, TGB menyaksikan berbagai rangkaian festival yang menampilkan kreativitas, bakat, dan kemampuan intelektual peserta didik. Kegiatan ini menjadi wadah ekspresi dan pengembangan potensi dalam suasana edukatif.

 

Pimpinan Sekolah Markas Asshaqofah al-Ammah, Ustadz Abdul Hakim, dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagia dan syukur atas kehadiran TGB. “Kami sangat senang dan bersyukur atas kehadiran Bapak TGB. Semoga kehadiran beliau membawa kebaikan dan keberkahan bagi lembaga ini serta seluruh santri dan santriwati,” ujar Hakim.

 

Dalam tausiahnya, TGB yang juga Ketua Umum PB NWDI dan Ketua OIA Al-Azhar Indonesia mengungkapkan kebahagiaannya dapat bersilaturahmi dan menyaksikan langsung semangat serta kreativitas para santri. “Semangat belajar serta kreativitas yang mereka tampilkan patut diapresiasi dan terus dikembangkan,” tegasnya.

 

Ia mendorong sekolah untuk terus mengembangkan kegiatan yang mampu menggali dan menumbuhkan bakat santri dalam berbagai bidang keilmuan. TGB mengingatkan sejarah Islam di masa Nabi, di mana para sahabat berasal dari beragam profesi seperti pedagang, ahli syair, hingga petani. “Semua ranah ilmu harus diisi oleh umat. Generasi Islam, termasuk di wilayah Thailand Selatan, perlu dibekali dengan berbagai disiplin ilmu,” jelasnya.

Di akhir tausiah, TGB menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan ilmu dan pembentukan karakter. Ia menyebut Sekolah Markas Asshaqofah al-Ammah sebagai cerminan lembaga pendidikan Islam ideal. “Pendidikan Islam harus dibangun di atas keseimbangan antara penguasaan ilmu dan pembentukan karakter. Di sini terlihat keilmuan yang kuat dan akhlak yang nyata,” pungkasnya.

 

Kunjungan ini diharapkan dapat semakin menguatkan semangat pendidikan holistik di sekolah tersebut serta melahirkan generasi santri yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.(r)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *