Wabup Tegaskan Budaya Literasi Fondasi Kemajuan Daerah

Uncategorized226 Dilihat
banner 468x60

Penegak.com – Selong – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya literasi sebagai pilar pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, saat membuka Festival Literasi Lombok Timur yang berlangsung di Gedung Wanita Selong, Selasa (9/12). Acara ini dihadiri oleh Ketua TP PKK, GOW, DWP, pimpinan OPD, camat, serta para pegiat literasi dari berbagai wilayah.

 

banner 336x280

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menekankan bahwa kemampuan literasi—baik membaca maupun menulis—memiliki peran strategis dalam mendukung visi pembangunan Lombok Timur SMART (Sejahtera, Maju, Adil, Religius, dan Transparan).

“Literasi adalah fondasi dari kemajuan. Dengan budaya baca dan tulis yang kuat, kita bisa mempercepat terwujudnya Lombok Timur yang SMART,” tegasnya.

 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat hingga festival tersebut dapat terselenggara. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah daerah, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Bunda Literasi, serta para relawan literasi menjadi bukti nyata kuatnya kolaborasi di Lombok Timur.

 

Selain menyoroti pentingnya literasi dasar, Wabup juga menyinggung tantangan era digital. Pemerintah daerah, katanya, siap memperluas dukungan terhadap literasi digital melalui kebijakan berkelanjutan agar masyarakat mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

 

Festival Literasi ini diharapkan menjadi titik awal meningkatnya minat baca, kemampuan menulis, serta kreativitas masyarakat, terutama generasi muda. Pemerintah optimistis kegiatan tersebut akan menumbuhkan inovasi dan pemanfaatan informasi secara bijak di tengah perkembangan zaman.

 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lombok Timur, H. Mugni, memperkenalkan moto Literasi Lotim “4M”: Membaca, Mengulang, Menghafal, dan Menulis. Moto ini digagas untuk memperkuat semangat literasi sekaligus mendukung peningkatan akreditasi perpustakaan daerah melalui program dan kegiatan yang lebih variatif.

 

Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati. Gelaran tersebut juga menghadirkan berbagai pertunjukan budaya, seperti tari tabek walar, pembacaan naskah kuno, hingga musikalisasi puisi. Di akhir acara, panitia menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba, di antaranya Lomba Bertutur tingkat SD, Lomba Video Konten Literasi, Lomba Perpustakaan Desa, serta Lomba Resensi Buku untuk siswa SMA/sederajat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *