Bupati Buka Musda Ke-7 MUI, Tekankan Sinergitas

Uncategorized229 Dilihat
banner 468x60

Penegak.com – Selong, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke-7 untuk masa bakti 2025–2030. Pembukaan dilakukan oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, yang hadir bersama Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya, Kamis pagi (4/12), di Pendopo Bupati Lombok Timur.

Musda tahun ini mengangkat tema “Dengan Semangat Kebersamaan Ulama, Zu’ama dan Aghniya Kita Meneguhkan Peran Ulama untuk Mewujudkan Lombok Timur SMART.”

banner 336x280

 

Musda lima tahunan tersebut menjadi forum strategis bagi MUI Lombok Timur untuk menentukan arah organisasi, memilih pengurus baru, dan mengevaluasi kinerja selama periode sebelumnya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah konsolidasi ulama sebagai mitra pemerintah dalam membimbing umat.

 

Dalam sambutan pembukaannya, Bupati Haerul Warisin menyampaikan bahwa Musda bukan sekadar ritual pergantian kepengurusan. Ia menilai forum ini sebagai ruang penting untuk merumuskan kontribusi ulama dalam pembangunan daerah. Bupati menegaskan bahwa visi pemerintah daerah hanya dapat berjalan optimal apabila bersinergi dengan tiga pilar utama: ulama, umara, dan para aghniya yang peduli pada kemaslahatan masyarakat.

 

Terkait adanya pemotongan anggaran dari pusat, Bupati memastikan kondisi tersebut tidak akan menghambat dukungan pemerintah daerah terhadap program-program MUI. Sebaliknya, ia mengajak seluruh pihak untuk menjadikannya pemacu semangat dalam bekerja lebih efektif.

 

Ketua Umum MUI Lombok Timur, TGH Ishak Abdul Gani, dalam kesempatan tersebut menekankan peran penting ulama sebagai watsatul anbiya atau pewaris tugas para nabi. Ia menilai ulama dan pemerintah harus berjalan beriringan untuk menjaga stabilitas sosial serta mendukung pembangunan daerah.

Ia juga menyebut Musda sebagai momentum mempererat silaturahmi dan menyampaikan pertanggungjawaban organisasi setelah lima tahun berkiprah. Selama 35 tahun berdiri, MUI Lombok Timur tercatat aktif dalam berbagai persoalan masyarakat, mulai dari penanganan pandemi Covid-19, respon bencana gempa, hingga upaya meredam gesekan sosial.

 

Sementara itu, perwakilan MUI Provinsi NTB yang hadir menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkab Lombok Timur dalam penyelenggaraan Musda. Ia menegaskan bahwa penyusunan kepengurusan baru bersifat fleksibel dan tidak harus menghadirkan figur-figur baru selama struktur yang disusun mampu menjawab kebutuhan organisasi.

 

Ia juga mengajak MUI Lombok Timur untuk terus memperkuat perannya sebagai pembimbing umat, merawat harmonisasi antarormas, serta menyumbangkan gagasan kolektif yang bermanfaat bagi kemajuan daerah.

 

Melalui Musda ke-7 ini, diharapkan muncul kepengurusan yang solid, bersemangat, dan mampu mendorong kolaborasi ulama-pemerintah menuju terwujudnya Lombok Timur yang SMART dan bermartabat.

 

Acara tersebut dihadiri pengurus MUI Lombok Timur, perwakilan MUI Provinsi NTB, unsur TNI/Polri, Ketua Baznas Lotim, para tokoh agama, serta peserta Musda lainnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *