Semangat Kebersamaan Warga dan Pemimpin Wujudkan Pesona Budaya di Tengah Rintikan Hujan

Uncategorized173 Dilihat
banner 468x60

Penegak.com – Selong, Semangat tak surut oleh rintik hujan. Puncak acara Pesona Budaya Desa Pengadangan yang mengusung tema “7 Metu Telu: Nafas Harmoni di Tanah Sasak” berlangsung khidmat di Simpang Empat Kantor Desa setempat, pada suatu Rabu. Pimpinan daerah hadir secara langsung, didampingi para istri, menunjukkan dukungan nyata bagi pelestarian warisan leluhur.

 

banner 336x280

Keteladanan dipamerkan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur. Keduanya turut serta dalam sebuah fragmen teatrikal Midang, menggambarkan prosesi menumbuk padi dengan alat tradisional geneng. Adegan ini menjadi simbol nyata bahwa setiap cita-cita dapat terwujud melalui gotong royong, kolaborasi, dan saling menguatkan. Tak hanya itu, mereka juga terlibat dalam ritual simbolis Metu Telu yang menyatukan tiga pilar penting: perwakilan adat, agama, dan pemangku kebijakan.

 

Dalam pidatonya, Bupati menyampaikan bahwa hujan yang turun justru merupakan wujud kasih dan restu dari Yang Maha Kuasa bagi seluruh masyarakat. Beliau menekankan pentingnya menancapkan nilai-nilai luhur serta tekad untuk merawat kearifan lokal dalam setiap kegiatan serupa. Pemerintah daerah, ditegaskannya, akan selalu berdiri di depan untuk mendukung setiap inisiatif pelestarian kebudayaan.

 

Komitmen tersebut diwujudkan dengan instruksi langsung kepada jajaran Dinas Pariwisata untuk memberikan perhatian khusus pada agenda-agenda kebudayaan. Selain itu, dijanjikan pula upaya perbaikan infrastruktur jalan di kawasan Desa Pengadangan guna mendukung denyut perekonomian warga. “Gelaran budaya semacam ini wajib kita jaga kontinuitasnya dan kita lestarikan,” serunya.

 

Sebelumnya, dalam sambutan pembuka, Kepala Desa Pengadangan menyampaikan apresiasi mendalam atas pendampingan penuh dari Pemerintah Daerah sepanjang penyelenggaraan acara. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada seluruh undangan yang telah hadir. Dalam kesempatan itu, ia pun menyampaikan aspirasi masyarakat mengenai kondisi infrastruktur jalan yang memerlukan perhatian.

 

Di bawah guyuran hujan, antusiasme warga tak pernah padam. Malam penutupan diisi dengan rangkaian pertunjukan seni yang memukau, mulai dari dentuman gemuruh Gendang Beleq kolosal, tarian massal Metu Telu, hingga prosesi adat Kirab Dulang dan ritual khas Betetulak Begibung yang menjadi identitas budaya masyarakat setempat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *