Lotim Alokasikan DTT Rp 1 Miliar untuk Perbaikan Jembatan Apitaik yang Putus Diterjang Banjir

Berita220 Dilihat
banner 468x60

Lombok Timur (Penegak.com)-

banner 336x280

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) mengambil langkah cepat dengan mengalokasikan Dana Tanggap Darurat (DTT) sebesar Rp 1 miliar untuk menangani putusnya Jembatan Apitaik yang menghubungkan Desa Apitaik dan Desa Teko. Jembatan tersebut rusak parah akibat diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu.

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, secara langsung meninjau lokasi jembatan yang merupakan akses utama bagi masyarakat tersebut. Dalam kunjungannya, Bupati didampingi Wakil Ketua DPRD Lotim, Abdul Khalid, Kepala Dinas PUPR, Achmad Dewanto Hadi, serta Kepala BPBD Lotim, Lalu Mulyadi. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh warga setempat.

Usai mengecek kondisi jembatan dari atas dan turun ke sungai Tanggek untuk melihat kerusakan dari bawah, Bupati Haerul Warisin berdialog dengan warga Apitaik dan Teko. Ia menegaskan komitmennya untuk segera membuka akses yang terputus guna menjaga kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.

“Karena kondisi darurat, kita ambil langkah cepat dengan membangun jalan sementara agar masyarakat tetap bisa melintas. Anggarannya kami siapkan sekitar satu miliar rupiah, termasuk untuk normalisasi alur sungai,” ucap Bupati Haerul, yang akrab disapa H. Iron, saat berdialog dengan warga Jumat lalu.

Ia menjelaskan bahwa jembatan penghubung Apitaik-Teko memang telah lama masuk dalam kategori rawan dan tidak layak, sehingga diperlukan perbaikan permanen. Untuk itu, pemkab telah mengusulkan pendanaan perbaikan permanen senilai lebih dari Rp 10 miliar ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Usulan tersebut saat ini masih dalam pembahasan di Kementerian Keuangan.

“Kami sudah berkomunikasi dengan salah satu anggota DPR RI dari Komisi V untuk memperjuangkan percepatan pencairan dana dari pusat. Namun, prosesnya membutuhkan waktu dan kemungkinan besar baru akan cair pada tahun 2026,” tambahnya.

Sementara menunggu dana permanen tersebut, anggaran Rp 1 miliar tidak hanya akan digunakan untuk membangun akses sementara, tetapi juga untuk normalisasi sungai. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih parah jika banjir kembali terjadi.

“Dana Rp 1 miliar ini kita akan lakukan normalisasi sungai supaya kalaupun terjadi banjir masih bisa lancar, banjirnya tidak sampai membuat hal yang membahayakan,” pungkas Bupati.

Jembatan Apitaik-Teko memiliki arti strategis karena merupakan satu-satunya akses menuju pasar bagi warga dari beberapa desa seperti Tirtanadi, Korleko, dan Kerumut. Perbaikan sementara ini diharapkan dapat mencegah terputusnya rantai distribusi barang dan jasa yang vital bagi perekonomian warga di wilayah tersebut.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *