Anak Lombok Tengah Bersuara Kuat: “Tolak Jadi Target Perkawinan Anak!”

Uncategorized327 Dilihat
banner 468x60

Penegak.com-Lombok Tengah– Suara lantang penolakan terhadap praktik perkawinan anak menggema di Praya, Lombok Tengah, dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025. Ratusan anak dari berbagai desa berkumpul, bersatu, dan turun ke jalan menyuarakan aspirasi mereka melalui aksi bertema “Tolak Jadi Target Perkawinan Anak”.

 

banner 336x280

Aksi kolaboratif yang digagas Yayasan Gemilang Sehat Indonesia, Forum Anak Lombok Tengah, dan Forum Anak Desa (FAD) Labulia, Jelantik, Tumpak. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Power to Youth. Inisiatif ini bertujuan mendorong kepemimpinan dan keberdayaan remaja melawan ketidakadilan sosial, termasuk perkawinan anak yang masih terjadi di beberapa wilayah.

 

Kegiatan diawali dengan pawai semarak. Berangkat dari Taman Muhajirin, peserta yang membawa poster-poster berisi pesan penolakan perkawinan anak bergerak menuju Masjid Agung Praya, melewati area Car Free Day. Iringan gendang beleq menambah semangat dan berhasil menyedot perhatian publik terhadap isu penting ini.

 

Puncak aksi terjadi di halaman Masjid Agung Praya. Di hadapan Bupati Lombok Tengah, H. Fathul Bahri, dan Wakil Bupati beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan anak-anak menyampaikan orasi yang tegas dan menggugah.

 

Mereka menegaskan bahwa perkawinan anak bukanlah bagian dari adat dan budaya Sasak, melainkan bentuk kekerasan struktural yang melanggar hak anak. Dengan berani, mereka mendesak pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan semua pihak untuk bersinergi menghentikan praktik tersebut.

 

“Kami bukan objek adat. Kami adalah subjek perubahan!” seru Miza, Ketua Forum Anak Desa Tumpak, suaranya lantang dan penuh keyakinan. “Perkawinan anak menghentikan mimpi dan masa depan kami. Kami menolak menjadi target perkawinan anak!”

 

Suara anak-anak itu mendapat respons serius dan apresiasi dari pimpinan daerah. Bupati Lombok Tengah, H. Fathul Bahri, secara langsung menyatakan komitmennya.

 

“Kami mendengar suara kalian,” tegas Bupati Bahri di hadapan para peserta aksi. “Dan kami berkomitmen untuk hadir dan bekerja bersama kalian dalam melindungi hak-hak anak di Lombok Tengah.” Beliau menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk pencegahan perkawinan anak.

 

Wakil Bupati dan jajaran OPD yang hadir juga tampak menyimak dengan seksama orasi dan aksi kreatif yang ditampilkan anak-anak, termasuk dari Forum Anak Desa dan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

 

Perayaan HAN 2025 di Lombok Tengah ini menjadi bukti nyata bahwa suara anak memiliki kekuatan untuk mempengaruhi kebijakan dan mengubah paradigma. Melalui gerakan Power to Youth, anak-anak dan remaja Lombok Tengah telah menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar objek kebijakan, melainkan subjek perubahan dan pemimpin masa depan yang berani menyuarakan keadilan serta memperjuangkan hak-hak mereka, demi menghentikan praktik perkawinan anak yang merampas masa kecil dan masa depan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *