Bulog Lombok Timur Perluas Jaringan Kios Beras SPHP, Libatkan Dinas Perdagangan dan Kepala Pasar

Uncategorized370 Dilihat
banner 468x60

Penegak.com – Guna memperkuat ketahanan pangan dan menstabilkan harga beras di tingkat konsumen, Perum Bulog Cabang Lombok Timur (Lotim) menjalin sinergi strategis dengan Dinas Perdagangan Kabupaten serta para kepala pasar rakyat se-Lombok Timur. Kolaborasi ini difokuskan untuk memperluas jaringan kios pengecer beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga menjangkau seluruh pasar tradisional di wilayah tersebut.

 

banner 336x280

Pimpinan Cabang Bulog Lotim, Supermansah, menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor ini. “Langkah ini dilakukan untuk memperkuat distribusi beras SPHP secara langsung ke masyarakat sekaligus menstabilkan harga di tingkat konsumen,” tegas Supermansah pada Sabtu (26/7). Ia menjelaskan bahwa skema penyaluran melalui kios mitra di pasar dianggap jauh lebih efektif dalam menjangkau konsumen secara luas dibandingkan penjualan langsung melalui gudang Bulog.

 

Saat ini, jumlah kios aktif penjual beras SPHP di Lombok Timur masih sangat terbatas, baru mencapai 17 kios. Melalui sinergi ini, Dinas Perdagangan bersama para kepala pasar berperan krusial sebagai fasilitator yang menghubungkan Bulog dengan calon kios mitra baru. Selain itu, pihak-pihak tersebut juga berkolaborasi menyusun agenda pasar murah yang akan digelar secara berkala di berbagai titik strategis. Pasar murah ini dirancang sebagai solusi langsung bagi masyarakat untuk mendapatkan beras berkualitas dengan harga terjangkau, terutama saat terjadi fluktuasi harga.

 

Setiap kios mitra yang tergabung dalam jaringan ini nantinya ditargetkan mampu mendistribusikan hingga dua ton beras SPHP setiap minggunya. Bulog berharap skema perluasan jaringan ini dapat menjamin ketersediaan beras SPHP yang lebih stabil dan merata, menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

 

Meski optimis, Bulog mengakui masih ada tantangan yang dihadapi. Hingga saat ini, realisasi distribusi beras SPHP di Lombok Timur baru mencapai 12 persen dari target yang ditetapkan. Kondisi ini menunjukkan perlunya percepatan perluasan jaringan distribusi serta penguatan koordinasi antara Bulog, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait.

 

Salah satu hambatan utama yang sedang diatasi adalah proses verifikasi calon kios mitra yang belum sepenuhnya selesai. Proses verifikasi ini masih menunggu kelengkapan administrasi dari Dinas Ketahanan Pangan (DKP). Bulog menegaskan begitu verifikasi rampung, perluasan jaringan kios SPHP di pasar-pasar rakyat akan segera direalisasikan.

 

Upaya kolaboratif ini merupakan bagian penting dari strategi jangka menengah pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan pangan dan melindungi daya beli masyarakat. Hal ini semakin krusial di tengah ancaman inflasi dan ketidakpastian krisis pangan global. Dengan distribusi beras SPHP yang lebih merata dan efisien melalui kios pasar tradisional, diharapkan masyarakat Lombok Timur dapat lebih mudah mengakses beras berkualitas dengan harga yang stabil dan terjangkau.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *