Seminar Internasional Bahas Transformasi Pendidikan Islam di Era Digital

Uncategorized376 Dilihat
banner 468x60


Lombok Timur (Penegak.com)-
Dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor sukses menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk “Transformasi Pendidikan Islam di Era Digital Menuju Sumber Daya Manusia yang Berkarakter Maju di Asia Tenggara”. Acara yang digelar Rabu (7/5/2025) ini menghadirkan dua pakar internasional dari Malaysia dan Thailand, serta diikuti ratusan mahasiswa, dosen, dan praktisi pendidikan.

Dekan Fakultas Tarbiyah IAIH, Dr. Idawati, M.Pd., secara resmi membuka acara dengan menyoroti tantangan ganda yang dihadapi dunia pendidikan Islam: “Antara tradisi dan modernitas, kita harus mampu mempertahankan inti etika (core ethics) Pendidikan Islam sambil memanfaatkan kemajuan digital untuk memberdayakan generasi muda. Integrasi strategis adalah kuncinya, bukan penolakan atau adopsi teknologi secara mutlak,” tegasnya.

banner 336x280

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Hubungan Masyarakat IAIH, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, M.M. Pd., dalam keynote speech-nya menguraikan sejarah transformasi kelembagaan pendidikan Islam, mulai dari sistem halaqah, *madrasah*, hingga perguruan tinggi modern. “Dinamika ini menunjukkan fleksibilitas Islam dalam merespons zaman, dan kini era digital menuntut kita beradaptasi tanpa kehilangan identitas,” paparnya.

 

Praktik Pendidikan Islam di Thailand dan Malaysia
Dr. TGH Husen Bin Haji Yusuf Malee, Mudir Ma’had Darul Muslim Witya Nasa Mayo, Pattani, Thailand, membagikan pengalaman penyelenggaraan pendidikan Islam di wilayah konflik Pattani. “Kami fokus pada penguatan tauhid, akhlak, Al-Qur’an, dan Hadis sebagai fondasi karakter siswa. Ini menjadi benteng moral di tengah derasnya arus teknologi,” jelasnya.

Sementara Prof. Madya Dr. Mokmin Basri dari Fakultas Multimedia Creative dan Komputer, University Islam Selangor, Malaysia, memaparkan strategi pemerintah Malaysia dalam membangun infrastruktur teknologi untuk mendukung pendidikan. “Generasi Z di Malaysia telah terbiasa dengan pembelajaran berbasis device. Tantangannya adalah memastikan teknologi tidak hanya sebagai alat, tetapi juga sarana memperkuat nilai-nilai keislaman,” ujarnya.

Mahasiswa Diajak Eksplorasi Teknologi dengan Berbasis Etika
Seminar ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menggali perspektif baru tentang integrasi teknologi dalam pendidikan Islam. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya melek digital, tetapi juga kritis dalam memanfaatkannya untuk pengembangan diri secara akademik maupun non-akademik,” tutur ketua BEM Fakultas Tarbiyah.

Peserta seminar, seperti diungkapkan salah satu mahasiswa semester VI, “Kami mendapat wawasan tentang bagaimana negara lain mengelola pendidikan Islam di era digital. Ini membuka mata bahwa teknologi bisa menjadi mitra, bukan ancaman, selama kita punya fondasi etika yang kuat,” sebutnya.

Kegiatan ini meneguhkan komitmen IAIH Pancor sebagai institusi pendidikan Islam yang progresif dalam menjawab tantangan global, sekaligus menjaga akar tradisi keilmuan Islam yang kokoh. (r)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *