FJLT Bangun Sinergi Mitigasi Paham Ekstremisme di Lotim

Kerjasama dengan Polda NTB

Berita425 Dilihat
banner 468x60

 

Selong-Penrgak.com

banner 336x280

Forum Jurnalis Lombok Timur (FJLT) bekerja sama dengan Polda NTB menggelar kegiatan sinergi dengan 50 kepala desa dan lurah se-Lombok Timur dalam upaya mitigasi paham ekstremisme. Kegiatan yang berlangsung di Selong, Sabtu (22/2), ini menghadirkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Lombok Timur, Salmun Rahman, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Lombok Timur, H. Mustofa, sebagai narasumber.

Ketua FJLT, Rusliadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya jurnalis dalam mencegah penyebaran paham ekstrem di Lombok Timur. Ia menekankan pentingnya penyajian berita yang akurat dan sesuai dengan fakta lapangan.

“Kami ini pewarta, bukan pembawa petaka. Kami berharap kepala desa dapat memberikan fakta yang ada, sehingga apa yang disajikan jurnalis sesuai dengan kondisi sebenarnya,” ujar Rusliadi.

H. Mustofa, selaku Kepala Bakesbangpoldagri Lombok Timur, mengapresiasi peran wartawan yang tergabung dalam FJLT dalam mengawal Pilkada Lombok Timur yang aman dan tertib melalui pemberitaan yang berimbang. Ia menjelaskan bahwa mitigasi ekstremisme adalah upaya untuk mencegah intoleransi, radikalisme, dan terorisme, serta menolak ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

Mustofa juga memaparkan ciri-ciri radikalisme yang perlu diwaspadai, seperti intoleransi terhadap perbedaan, fanatisme berlebihan, dan kecenderungan menggunakan kekerasan. Ia menekankan bahwa radikalisme merupakan tahap awal yang dapat memicu tindakan terorisme.

“Radikalisme dan terorisme dapat merusak nilai agama dan Pancasila, menimbulkan perpecahan, serta meningkatkan intoleransi,” jelas Mustofa.

Lebih lanjut, Mustofa mengungkapkan ciri-ciri radikalisme di masyarakat perdesaan, seperti pengajian tertutup, pengajar yang ekstrem, dan perkawinan yang eksklusif. Ia bersyukur bahwa pondok pesantren yang terindikasi radikalisme di Lombok Timur telah kembali ke jalur NKRI.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah melakukan berbagai upaya pencegahan, termasuk sosialisasi dan penyuluhan, terutama dalam pencegahan narkoba di kalangan siswa SMP. Selain itu, pemberdayaan UMKM juga dilakukan melalui pemberdayaan keluarga narapidana terorisme (napiter).

Untuk deteksi dini di tingkat desa, Bakesbangpoldagri telah membentuk Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) hingga tingkat kecamatan. Mustofa berharap FKDM dapat terbentuk hingga tingkat desa dengan anggota dari setiap dusun. “Jika terbentuk, kami dari Bakesbangpoldagri siap memfasilitasi pelatihan dengan narasumber yang kompeten,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas PMD Lombok Timur, Salmun Rahman, menekankan pentingnya peran kepala desa dan lurah dalam menciptakan ketentraman masyarakat. Menurutnya, keamanan adalah kunci suksesnya pembangunan di desa dan kelurahan.

“Tidak akan ada pembangunan yang baik dan berkualitas bila masyarakat kita resah,” tegas Salmun.

Acara dilanjutkan dengan diskusi panel bersama kepala desa dan lurah, dengan fokus pada upaya mitigasi paham ekstremisme yang berkembang di masing-masing wilayah. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara jurnalis, pemerintah daerah, dan kepala desa dalam mencegah penyebaran paham ekstrem serta menjaga keutuhan NKRI.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *