Dampak kekeringan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) makin parah. Hal ini terlihat dari meningkatnya permintaan air bersih ke Lembaga Amil Zakat, Infak, Sedekah dan Hibah (Lazah) NW. Sampai saat ini, sudah terdistribusi 84 ribu liter air bersih. Warga masih banyak yang belum dapat bantuan.
Sekretaris Umum Pengurus Pusat Lazah NW, Syukri Safwan menyampaikan permintaan air bersih ini terus coba dipenuhi karena alasan kemanusiaan. Disampaikan, berdasarkan permintaan masyarakat tersebut cukup banyak warga yang mengalami krisis air bersih yang butuh bantuan segera.
Musibah kekeringan ini tak saja dialami oleh masyarakat Lotim. Tapi juga masyarakat di Kabupaten lain, seperti Lombok Tengah (Loteng) dan Lombok Barat (Lobar). Tahap awal ini bantuan diberikan untuk Lotim dan selanjutnya akan bergeser ke Loteng dan Lobar.
Air merupakan kebutuhan masyarakat yang mendasar saat ini. Air bersih digunakan untuk banyak hal, mulai dari konsumsi hingga bersih-bersih.
Lazah hadirkan program mitigasi bencana sosial guna ringankan beban warga. Lazah mengumpulkan donasi dari para jamaah dan masyarakat yang peduli masalah musibah kekeringan. “Kami buka donasi, silakan berdonasi dan kami siap salurkan untuk masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya.
Penyaluran bantuan air bersih ini terus akan diikhtiarkan sampai masyarakat berhenti membutuhkan. “Sepanjang kami dapat atensi dari pihak yang peduli, kami tetap akan salurkan bantuan tersebut,” ucapnya. Lazah NW, sambungnya, terus coba kampanyekan kepedulian sosial te tengah masyarakat.
Sekretaris Pengurus Wilayah Lazah NW NTB, Nawawi menambahkan usulan terakhir diterimanya berasal dari tiga desa. Desa Selaparang, Desa Mekar Sari dan Desa Perigi. Target NW, bisa salurkan 100 ribu liter dan sampai saat ini sudah terdistribusi sebanyak 84 ribu liter sejak tahap pertama sampai ketiga. “Penyaluran air bersih ini dilakukan sudah tiga tahap,” paparnya.
Penyaluran bantuan air bersih katanya masih akan terus berjalan sampai datangnya musim. “Insya Allah sampai berhentinya permintaan warga yang mengalami dampak kekeringan baru kita berhenti salurkan,” sebutnya.
Nawawi menegaskan, bantuan air bersih diperuntukkan semua elemen masyarakat tanpa memandang kelompok tertentu. “Kita beritakan bantuan ini untuk semua masyarakat yang membutuhkan tanpa melihat golongan,” demikian terangnya. (*)


















