Ratusan Dulang Meriahkan Harganas ke 31 di Lombok Timur

Berita, Uncategorized716 Dilihat
banner 468x60

Penegak.com – Iring-iringan ratusan dulang atau tembolak merah ikut memeriahkan puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 31 tingkat Provinsi NTB di Kabupaten Lombok Timur. Ratusan dulang ini dibawa perempuan di desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela pada Senin (29/07/2024).

 

banner 336x280

Kegiatan Harganas ke 31 tingkat Provinsi NTB ini dihadiri perwakilan BKKBN RI, Penjabat Gubernur NTB, Bupati dan Walikota se-NTB, unsur forkopimda dan pimpinan instansi, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Puncak peringatan Harganas ini ditutup dengan 700 dulang yang dibawa masyarakat menuju kantor bupati Lombok Timur dan diiringi dengan alat musik tradisional gendang belek.

 

Penjabat Gubernur NTB Mayjen (purn) Hassanudin, dalam kesempatan tersebut mengapresiasi parade budaya dulang yang ada di masyarakat Lombok Timur. Kearifan lokal yang sudah terbangun ini diharapkan dapat terus dilestarikan untuk generasi selanjutnya. Budaya diakuinya banyak mengandung nilai-nilai baik yang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Warisan budaya dulang ini harus dilestarikan, dengan tidak mengurangi dan menghilangkan nilai kearifan lokal yang unik dan menyenangkan,” ungkap Hassanudin usai menghadiri puncak pelaksanaan Harganas di kantor Bupati Lombok Timur.

 

Parade dulang ini dibawa langsung warga di desa Pringgasela. Desa ini terkenal dengan budaya seribu dulang yang rutin dilakukan tiap tahun, sebagai wadah mempererat tali silaturahim antar sesama. Ratusan dulang yang dibawa ini separuhnya dibiayai pemerintah daerah Lombok Timur sebesar Rp. 250 juta dan sisanya merupakan swadaya masyarakat.

 

“Jumlah dulang yang dibawa pada momen Harganas ini sebanyak 700 dulang, terdiri dari 100 dulang untuk tamu VIP dan sisanya untuk tamu undangan yang hadir. Melalui peringatan Harganas ini juga menjadi salah satu upaya melestarikan adat dan budaya di daerah,” ungkap ketua tim dulang Harganas ke 31 di Lombok Timur Purnama Hadi.

 

Parade dulang ini diakhiri dengan atraksi peragaan kain khas Pringgasela di hadapan tamu undangan. Atraksi ini cukup menghipnotis ratusan pasang mata, karena kreasi yang ditampilkan unik.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *