Mengenang Hamzah Haz, Tokoh yang Dikenal Teduh dan Sederet Pengabdian Politiknya

Nasional609 Dilihat
banner 468x60

Penegak.com – Indonesia kehilangan lagi seorang tokoh penting dalam dinamika perpolitikan dan sosial kemasyarakatan. Beliau adalah Hamzah Haz, wakil Presiden kesembilan Republik Indonesia meninggal dunia pada Rabu, 24 Juli 2024 di Klinik Tegalan sekitar pukul 09.30 WIB. Sejumlah tokoh dari berbagai kalangan terlihat hadir di kediamannya untuk berbelasungkawa.

 

banner 336x280

Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan dukacita yang mendalam atas wafatnya tokoh bangsa tersebut. “Innalillahiwainna ilaihiroji’un. Saya atas nama pribadi, keluarga, dan DPR RI menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian Bapak Dr. Hamzah Haz. Beliau adalah sosok pemimpin yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan negara,” kata Puan dalam dalam keterangan tertulisnya pada Rabu, 24 Juli 2024 sebagaimana dikutip dalam website resmi dpr.go.id.

Hamzah Haz dikenang sebagai sosok yang teduh dan merangkul. Beliau merupakan sosok negarawan paripurna yang mewakafkan dirinya berdedikasi untuk bangsa dan negara. Ia juga dikenang sebagai sosok negarawan visioner yang memiliki komitmen kuat terhadap kemajuan bangsa.

 

Dalam kepemimpinannya, dirinya dikenang selalu mengedepankan keharmonisan antar umat beragama dan memperjuangkan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan, serta selalu memperjuangkan persatuan dan kesatuan bangsa.

 

Nilai-nilai kebangsaan dan keislaman yang Ia pegang teguh menjadi warisan dan inspirasi bagi seluruh rakyat Indonesia. Khususnya bagi generasi mendatang dalam membangun Indonesia yang lebih baik.

 

Hamzah Haz lahir di Ketapang, Kalimantan Barat, 15 Februari 1940. Ia menempuh pendidikan hingga SMA di Pontianak. Ia mengenyam pendidikan di Akademi Koperasi Negara, Yogyakarta pada 1962. Dia juga merupakan jebolan Fakultas Ekonomi Jurusan Ekonomi Perusahaan Universitas Tanjungpura, Pontianak pada 1970.

 

Hamzah Haz berpolitik melalui PPP. Ia bergabung dengan partai ka’bah sejak awal masa fusi. Kala itu , 1971, Partai Nadlatul Ulama bergabung dengan tiga partai islam lainnya menjadi PPP. Tiga partai islam lain yakni Partai Islam Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI), Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), dan Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII).

 

Hamzah Haz menjadi Ketua Umum PPP pada 1998 menggantikan Ismail Hassan Metareum. Dia menduduki posisi itu hingga 2007. Pada masa transisi sejak Orde Baru tumbang, Hamzah Haz pernah menjabat Menteri Negara Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di pemerintahan BJ Habibi. Namun dirinya tak lama menduduki posisi itu, disebabkan desakan masyarakat yang kuat karena tidak menginginkan ketua partai sebagai menteri.

 

Pada Pemilu pertama saat reformasi, Hamzah Haz terpilih sebagai Wakil Ketua DPR RI untuk periode 1999-2004. Lalu ia diangkat Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sebagai menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan.

 

Jabatan itu hanya ia duduki sebulan. Ia kembali mundur setelah desakan masyarakat yang tak menghendaki ketua partai menjabat menteri. Kemudian kepemimpinan Gus Dur digoyang, Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) digelar pada 23 Juli 2001.

 

Sidang itu memutuskan Megawati Soekarno Putri sebagai Presiden kelima Republik Indonesia. Lalu kursi Wakil Presiden diberikan kepada Hamzah Haz.

 

Hamzah Haz adalah wakil presiden terakhir era pemilihan dan wakil presiden oleh MPR. Selanjutnya di Pemilu 2004, Presiden dan Wakil Presiden dipilih langsung oleh rakyat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *