Semua Anak Stunting Terpapar Rokok

Berita, Kesehatan699 Dilihat
banner 468x60
Sumber foto : tangkapan layar Instagram BKKBN NTB

Lombok Timur (penegak.com)

banner 336x280

Berdasarkan audit hasil stunting, ditemukan seluruh anak-anak yang mengalami stunting terpapar asap rokok. Para perokok disarankan tidak dekat-dekat dengan ibu hamil dan bayi dibawah dua tahun (Baduta). Semua perokok disarankan segera berhenti merokok.

“Semua yang diaudit dan dinyatakan stunting semuanya terpapar asap rokok,” terang Plt Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTB, Syamsul Anam dalam Acara Pelaksana Kegiatan Pelayanan Calon Pengantin (Catin) Serentak dalam Rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) Kabupaten Lombok Timur, Rabu, tanggal 12 Juni 202

BKKBN Perwakilan NTB sekarang katanya sudah punya klinik yang bisa bantu berhenti merokok. “Kantor BKKBN Perwakilan NTB ada di depan Rumah Sakit Islam Siti Hajar Mataram, ada Fasilitas Therapist berhenti merokok, gratis,” ungkapnya.

Pemerintah saat ini katanya sangat serius mencegah stunting. Salah satu caranya, mulai  dari Catin. Mulai dipersiapkan dari semenjak Catin agar bisa lahirkan keturunan berkualitas. 

Catin diharapkan timbang berat badan, mengukur lingkar lengan dan periksa kesehatan lainnya. Hal ini dikatakan penting dilakukan agar anak-anak yang dilahirkan tidak jasi anak stunting. ‘Sebelum Catin dinikahkan, persyaratan administrasi harus lengkap, harus miliki sertifikat elektronik siap nikah siap hamil (elsimil),” unggahnya lagi.

Pasangan calon pengantin harus diketahuk status kesehatan supaya memastikan bisa melakukan pendampingan. Kalau Catin tercatat lewat elsimil, maka kemanapun dia pergi bisa dipantau perkembangan. Terutama saat hamil, punya balita dan seterusnya. 

Pola pencegahan kemunculan stunting baru itu ditegaskan dilakukan dengan tujuan anak-anak penerus generasi bangsa ini sehat. Indonesia rdak ingin lagi kita ada penjajah.

Saat ini sudah mulai imperialisme modern. Hal itu terjadi karena masalah sumberdaya manusia di Indonesia masih rendah. Karenanya, hari esok harus lebih baik dari hari sekarang. (r1)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *