TMMD 121 Lotim Bangun Irigasi, Petani : Terima Kasih Banyak Bapak TNI

Pertanian237 Dilihat
banner 468x60

Penegak.com – Kehadiran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 121 di desa Kesik Kecamatan Masbagik dan Loyok Kecamatan Sikur benar-benar menjadi berkah. Salah satunya dari petani. Pembangunan saluran irigasi dirasakan langsung manfaatnya oleh petani.

 

banner 336x280

Lewat TMMD 121 ini, sepanjang 1.180 meter Irigasi bisa dibangun. Perencanaan awal hanya 1.050 meter, tapi ada tambahan pengembangan 130 meter, maka menjadi 1.180 meter.

 

Amaq Mar petani sekaligus pekasih di Desa Kesik mengaku sangat bangga dan berterima kasih kepada TNI AD yang menjalankan program TMMD. “Terima kasih banyak bapak TNI,” ucapnya berulang-ulang atas jasa dan dedikasi yang luar biasa dalam membantu mengatasi masalah petani.

 

Kepada penegak.com, Senin, tanggal 19 Agustus 2024, Amaq Mar menceritakan kondisi lahan pertanian di wilayahnya sebelum ada irigasi dari TMMD ini cukup miris. Petani tidak bisa maksimal mengolah lahannya. Intensitas tanam terbatas. Hal ini karena banyak air yang terbuang percuma. Pasalnya, irigasi awalnya masih semak-semak.

 

Pekasih ini menuturkan, khusus di wilayahnya di Desa Kesik yang berada di bawah koordinasinya, luas areal tanam mencapai 80 hektar. Saluran irigasi baru dari TMMD ini saat ini bisa mengirim 40 ha lahan.

 

Ucapan terima kasih mendalam disampaikan Pekasih ini karena luas areal tanam dari saluran irigasi benar-benar meningkat. Sekarang ini sudah banyak yang mau tanam padi sekarang. Sebelumnya hanya jenis palawija. “Kalau sebelumnya hanya 4 ha yang bisa kita airi, itu pun butuh waktu yang cukup lama. Sekarang areal lebih luas dan proses pengairan lebih cepat,” imbuhnya.

 

Setelah beroperasi saluran irigasi ini, dipastikan jumlah warga Kesik yang tanam padi lebih banyak. Saat ini saja, sudah banyak yang mengaku akan tanam padi. Irigasi TMMD ini benar-benar menjadi solusi bagi petani untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pangan.

 

Kepala Desa Kesik, Muhammad Kadri yang dikonfirmasi terpisah mengaku merasakan betul dampak besar akibat hadirnya TMMD di desanya. Tampak jelas dilihat adalah semangat kegotongroyongan masyarakat petani utamanya begitu luar biasa. Kemanunggalan TNI dengan rakyat begitu terlihat tanpa ada sekat.

 

Khusus untuk pembangunan saluran irigasi 1180 meter tersebut, masyarakat petani ikhlas bergotong royong selama lebih dari satu bulan setengah. TNI benar benar mampu membangkitkan semangat gotong royong.

 

Melihat hasil kinerja TNI dalam proses TMMD ini, Kades Kesik ini berharap program kemanunggalan pasukan loreng tersebut kembali dapat digelar di desanya. Diakui, melalui tangan kreatif TNI bisa mempercepat penyelesaian masalah di desa. Seperti masalah irigasi. Pasalnya, kalau dihitung dengan anggaran desa setahun Rp 1,8 miliar tidaklah cukup untuk membangun seperti apa yang telah dibangun lewat TMMD. “Kita berharap TMMD ini kembali ke Desa Kesik tahun depan,” ucapnya.

 

Penjabat Bupati Lotim, H. M. Juaini Taofik juga menyampaikan terima kasihnya kepada TNI yang menjalankan program TMMD di Lotim. TNI banyak menyentuh sektor pertanian. Sektor pertanian ini disebut menjadi sektor primer yang menjadi penyumbang tertinggi ekonomi Lotim. Tergambar dalam share Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lotim, pertanian mampu menyumbang 26,7 persen.

 

Fakta dominasi sektor pertanian pada ekonomi Lotim itu kata Pj Bupati menunjukkan pentingnya sektor pertanian untuk terus dijaga. Pasalnya, semakin baik pertanian maka ekonomi Lotim akan baik. Sebaliknya, ketika terjadi gagal panen maka ekonomi Lotim juga bisa terpuruk.

 

Lewat TMMD di dua desa sambung Juaini Taofik, manfaat bagi sektor pertanian ini sangat besar. Irigasi yang dibangun TNI ini bisa meningkatkan intensitas tanam. Sebelumnya hanya 20 ha meningkat 100 persen menjadi 40 ha. Peningkatan intensitas tanam itu jelas akan berpengaruh besar pada produksi.

 

Guna memastikan pelaksanaan TMMD berjalan dengan baik, Komandan Distrik Militer (Dandim) 1615 Lotim, Letkol Bayu Sigit Dwi Untoro terus memantau langsung ke lapangan. Dia menyampaikan rasa bangganya melihat semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh warga lokasi TMMD. Menurutnya partisipasi aktif warga dalam setiap tahapan pembangunan ini menunjukkan tingginya kepedulian mereka terhadap kemajuan desa.

 

TMMD yang ke 121 ini bertujuan untuk mendorong pemerataan pembangunan. Kemanunggalan TNI bersama rakyat ini terus dipupuk. TMMD dengan sejumlah kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. “TMMD ini adalah salah satu upaya untuk mempercepat pembangunan di desa,” ucapnya.

 

Tujuan pembangunan irigasi sendiri karena ingin selamatkan produksi pangan. TNI juga memiliki program patriot pangan. Melalui saluran irigasi dihadapkan bisa meningkatkan produksi pangan sehingga terjaga ketahanan dan kedaulatan pangan di NKRI, khususnya di Lotim.

 

Sementara itu, Bupati Lotim dua periode H. Moch Ali Bin Dachlan menyatakan etos kerja anggota TNI dalam menjalankan program TMMD ini patut dicontoh oleh instansi yang lain. Sejauh ini, berdasarkan pengalamannya terlibat bersama TNI melakukan sejumlah kegiatan pembangunan selalu tepat waktu.

 

Cara kerja yang penuh kedisiplinan dari TNI inilah yang perlu ditularkan ke semua instansi pemerintah. Semua kegiatan pembangunan yang dijalankan untuk dapat dengan cepat dan tepat selesai. Hal ini katanya menunjukkan bukti bahwa TNI benar-benar bekerja. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *