{"id":1443,"date":"2026-01-12T11:57:19","date_gmt":"2026-01-12T11:57:19","guid":{"rendered":"https:\/\/penegak.com\/?p=1443"},"modified":"2026-01-12T11:59:05","modified_gmt":"2026-01-12T11:59:05","slug":"dari-ruang-bimbingan-ke-podium-nasional-kisah-yazid-dan-peran-pena-cendikia-nusantara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/penegak.com\/index.php\/2026\/01\/12\/dari-ruang-bimbingan-ke-podium-nasional-kisah-yazid-dan-peran-pena-cendikia-nusantara\/","title":{"rendered":"Dari Ruang Bimbingan ke Podium Nasional: Kisah Yazid dan Peran Pena Cendikia Nusantara"},"content":{"rendered":"<p><strong>Penegak.com &#8211; Lombok Timur<\/strong>, Prestasi gemilang di tingkat nasional kembali lahir dari tanah Lombok. Muhammad Yazid ar Rizky, siswa berusia 7,5 tahun asal Kampung Baru Rumah Sehat, Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, berhasil menyabet Medali Emas Matematika dan Medali Perak Sains dalam Kompetisi Pelajar Juara Indonesia (Komperasia) 2026. Kegiatan ini diikuti 3.800 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Pada babak final yang digelar di Gedung FBS UNESA, Sabtu (10\/1\/2026).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Di balik pencapaiannya, sebuah nama lembaga bimbingan belajar turut menjadi pilar penting: Pena Cendikia Nusantara.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Lembaga inilah yang menjadi salah satu tempat Yazid, siswa SDN 3 Pancor itu, mengasah dan mematangkan kemampuannya di luar jam sekolah. Prestasinya di ajang yang diikuti ratusan ribu peserta se-Indonesia ini bukanlah sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari proses pembinaan yang terstruktur.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Abd Basid Baidowi, S.Ft., Ftr, selaku Ketua Yayasan Pena Cendikia Nusantara, dengan bangga menyambut prestasi Yazid. \u201cAlhamdulillah, kami sangat bangga karena anak-anak kami di lembaga bisa bersaing di kancah nasional. Prestasi Yazid ini adalah buah dari kerjasama yang solid antara siswa, orang tua, guru sekolah, dan tutor kami yang berdedikasi dalam membangun konsep dan mental juara,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia menekankan bahwa Pena Cendikia Nusantara tidak hanya fokus pada pemahaman materi, tetapi juga pada pembangunan karakter dan mental kompetitif yang sehat. Bimbingan yang diberikan dirancang untuk melengkapi dan memperdalam pembelajaran di sekolah, sekaligus mengenalkan anak pada berbagai tipe soal dan strategi berpikir kreatif.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Keluarga Yazid, Bapak Basri dan Ibu Nurhayati, juga mengakui peran vital lembaga bimbingan ini. Mereka sengaja memberikan ruang bagi Yazid untuk mengeksplorasi kemampuannya lebih jauh melalui program tambahan di Pena Cendikia Nusantara. \u201cIni adalah hasil kerja keras Yazid, doa orang tua, dan bimbingan tanpa lelah dari bapak\/ibu guru, baik yang ada di Pena Cendikia Nusantara maupun di sekolah,\u201d ungkap mereka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kisah Yazid membuktikan bahwa pilihan atas lingkungan belajar tambahan yang tepat dapat menjadi katalisator yang mengantarkan potensi anak ke tingkat yang lebih tinggi. Sinergi antara motivasi keluarga, pendidikan formal di sekolah, dan pendampingan profesional di lembaga bimbingan seperti Pena Cendikia Nusantara, menciptakan ekosistem belajar yang ideal bagi tumbuhnya prestasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Prestasi nasional Yazid ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga dan lembaga, tetapi juga inspirasi bagi banyak siswa lainnya di Lombok Timur untuk optimis meraih mimpi, didukung oleh pilihan bimbingan belajar yang tepat dan komitmen untuk terus belajar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penegak.com &#8211; Lombok Timur, Prestasi gemilang di tingkat nasional kembali lahir dari tanah Lombok. Muhammad Yazid ar Rizky, siswa berusia 7,5 tahun asal Kampung Baru Rumah Sehat, Kelurahan Majidi, Kecamatan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/penegak.com\/index.php\/2026\/01\/12\/dari-ruang-bimbingan-ke-podium-nasional-kisah-yazid-dan-peran-pena-cendikia-nusantara\/\" title=\"Dari Ruang Bimbingan ke Podium Nasional: Kisah Yazid dan Peran Pena Cendikia Nusantara\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":1447,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-1443","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Dari Ruang Bimbingan ke Podium Nasional: Kisah Yazid dan Peran Pena Cendikia Nusantara - penegak.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/penegak.com\/index.php\/2026\/01\/12\/dari-ruang-bimbingan-ke-podium-nasional-kisah-yazid-dan-peran-pena-cendikia-nusantara\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dari Ruang Bimbingan ke Podium Nasional: Kisah Yazid dan Peran Pena Cendikia Nusantara - penegak.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penegak.com &#8211; Lombok Timur, Prestasi gemilang di tingkat nasional kembali lahir dari tanah Lombok. Muhammad Yazid ar Rizky, siswa berusia 7,5 tahun asal Kampung Baru Rumah Sehat, Kelurahan Majidi, Kecamatan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/penegak.com\/index.php\/2026\/01\/12\/dari-ruang-bimbingan-ke-podium-nasional-kisah-yazid-dan-peran-pena-cendikia-nusantara\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"penegak.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-12T11:57:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-12T11:59:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/penegak.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG-20260112-WA0062.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Zul Fikri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Zul Fikri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/penegak.com\/index.php\/2026\/01\/12\/dari-ruang-bimbingan-ke-podium-nasional-kisah-yazid-dan-peran-pena-cendikia-nusantara\/\",\"url\":\"https:\/\/penegak.com\/index.php\/2026\/01\/12\/dari-ruang-bimbingan-ke-podium-nasional-kisah-yazid-dan-peran-pena-cendikia-nusantara\/\",\"name\":\"Dari Ruang Bimbingan ke Podium Nasional: Kisah Yazid dan Peran Pena Cendikia Nusantara - penegak.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/penegak.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/penegak.com\/index.php\/2026\/01\/12\/dari-ruang-bimbingan-ke-podium-nasional-kisah-yazid-dan-peran-pena-cendikia-nusantara\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/penegak.com\/index.php\/2026\/01\/12\/dari-ruang-bimbingan-ke-podium-nasional-kisah-yazid-dan-peran-pena-cendikia-nusantara\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/penegak.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG-20260112-WA0062.jpg\",\"datePublished\":\"2026-01-12T11:57:19+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-12T11:59:05+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/penegak.com\/#\/schema\/person\/b56cf8dac7b390c17f5915ab44920d60\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/penegak.com\/index.php\/2026\/01\/12\/dari-ruang-bimbingan-ke-podium-nasional-kisah-yazid-dan-peran-pena-cendikia-nusantara\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/penegak.com\/index.php\/2026\/01\/12\/dari-ruang-bimbingan-ke-podium-nasional-kisah-yazid-dan-peran-pena-cendikia-nusantara\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/penegak.com\/index.php\/2026\/01\/12\/dari-ruang-bimbingan-ke-podium-nasional-kisah-yazid-dan-peran-pena-cendikia-nusantara\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/penegak.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG-20260112-WA0062.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/penegak.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG-20260112-WA0062.jpg\",\"width\":720,\"height\":1280},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/penegak.com\/index.php\/2026\/01\/12\/dari-ruang-bimbingan-ke-podium-nasional-kisah-yazid-dan-peran-pena-cendikia-nusantara\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/penegak.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dari Ruang Bimbingan ke Podium Nasional: Kisah Yazid dan Peran Pena Cendikia Nusantara\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/penegak.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/penegak.com\/\",\"name\":\"penegak.com\",\"description\":\"Berani Lurus\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/penegak.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/penegak.com\/#\/schema\/person\/b56cf8dac7b390c17f5915ab44920d60\",\"name\":\"Zul Fikri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/penegak.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/602a695d25948d6744ddd3083f31f8e6bd9779decc2534d93e6a4a5d6a56cfb0?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/602a695d25948d6744ddd3083f31f8e6bd9779decc2534d93e6a4a5d6a56cfb0?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Zul Fikri\"},\"url\":\"https:\/\/penegak.com\/index.php\/author\/zul-fikri\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dari Ruang Bimbingan ke Podium Nasional: Kisah Yazid dan Peran Pena Cendikia Nusantara - penegak.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/penegak.com\/index.php\/2026\/01\/12\/dari-ruang-bimbingan-ke-podium-nasional-kisah-yazid-dan-peran-pena-cendikia-nusantara\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dari Ruang Bimbingan ke Podium Nasional: Kisah Yazid dan Peran Pena Cendikia Nusantara - penegak.com","og_description":"Penegak.com &#8211; Lombok Timur, Prestasi gemilang di tingkat nasional kembali lahir dari tanah Lombok. Muhammad Yazid ar Rizky, siswa berusia 7,5 tahun asal Kampung Baru Rumah Sehat, Kelurahan Majidi, Kecamatan","og_url":"https:\/\/penegak.com\/index.php\/2026\/01\/12\/dari-ruang-bimbingan-ke-podium-nasional-kisah-yazid-dan-peran-pena-cendikia-nusantara\/","og_site_name":"penegak.com","article_published_time":"2026-01-12T11:57:19+00:00","article_modified_time":"2026-01-12T11:59:05+00:00","og_image":[{"width":720,"height":1280,"url":"https:\/\/penegak.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG-20260112-WA0062.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Zul Fikri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Zul Fikri","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/penegak.com\/index.php\/2026\/01\/12\/dari-ruang-bimbingan-ke-podium-nasional-kisah-yazid-dan-peran-pena-cendikia-nusantara\/","url":"https:\/\/penegak.com\/index.php\/2026\/01\/12\/dari-ruang-bimbingan-ke-podium-nasional-kisah-yazid-dan-peran-pena-cendikia-nusantara\/","name":"Dari Ruang Bimbingan ke Podium Nasional: Kisah Yazid dan Peran Pena Cendikia Nusantara - penegak.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/penegak.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/penegak.com\/index.php\/2026\/01\/12\/dari-ruang-bimbingan-ke-podium-nasional-kisah-yazid-dan-peran-pena-cendikia-nusantara\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/penegak.com\/index.php\/2026\/01\/12\/dari-ruang-bimbingan-ke-podium-nasional-kisah-yazid-dan-peran-pena-cendikia-nusantara\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/penegak.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG-20260112-WA0062.jpg","datePublished":"2026-01-12T11:57:19+00:00","dateModified":"2026-01-12T11:59:05+00:00","author":{"@id":"https:\/\/penegak.com\/#\/schema\/person\/b56cf8dac7b390c17f5915ab44920d60"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/penegak.com\/index.php\/2026\/01\/12\/dari-ruang-bimbingan-ke-podium-nasional-kisah-yazid-dan-peran-pena-cendikia-nusantara\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/penegak.com\/index.php\/2026\/01\/12\/dari-ruang-bimbingan-ke-podium-nasional-kisah-yazid-dan-peran-pena-cendikia-nusantara\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/penegak.com\/index.php\/2026\/01\/12\/dari-ruang-bimbingan-ke-podium-nasional-kisah-yazid-dan-peran-pena-cendikia-nusantara\/#primaryimage","url":"https:\/\/penegak.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG-20260112-WA0062.jpg","contentUrl":"https:\/\/penegak.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG-20260112-WA0062.jpg","width":720,"height":1280},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/penegak.com\/index.php\/2026\/01\/12\/dari-ruang-bimbingan-ke-podium-nasional-kisah-yazid-dan-peran-pena-cendikia-nusantara\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/penegak.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dari Ruang Bimbingan ke Podium Nasional: Kisah Yazid dan Peran Pena Cendikia Nusantara"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/penegak.com\/#website","url":"https:\/\/penegak.com\/","name":"penegak.com","description":"Berani Lurus","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/penegak.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/penegak.com\/#\/schema\/person\/b56cf8dac7b390c17f5915ab44920d60","name":"Zul Fikri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/penegak.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/602a695d25948d6744ddd3083f31f8e6bd9779decc2534d93e6a4a5d6a56cfb0?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/602a695d25948d6744ddd3083f31f8e6bd9779decc2534d93e6a4a5d6a56cfb0?s=96&d=mm&r=g","caption":"Zul Fikri"},"url":"https:\/\/penegak.com\/index.php\/author\/zul-fikri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/penegak.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1443","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/penegak.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/penegak.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penegak.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penegak.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1443"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/penegak.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1443\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1446,"href":"https:\/\/penegak.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1443\/revisions\/1446"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penegak.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1447"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/penegak.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1443"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/penegak.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1443"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/penegak.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1443"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/penegak.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=1443"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}