Bupati Lombok Timur Soroti Kinerja PT Selaparang Finansial: Kredit Macet Tinggi, Keuntungan Rendah

Uncategorized195 Dilihat
banner 468x60

Penegak.com – Selong, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin bersama Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Selaparang Finansial tahun buku 2025, yang berlangsung di kantor perusahaan tersebut di Labuhan Haji, Selasa (3/3/2026). Dalam arahannya, Bupati menyoroti performa BUMD yang dinilai masih jauh dari harapan, terutama tingginya angka kredit macet dan kecilnya keuntungan yang dibukukan.

 

banner 336x280

“Yang saya lihat ini keuntungan di bawah 5% tapi kredit macet di atas 10%. Apakah itu bagus? Tidak,” tegas Bupati di hadapan jajaran direksi, dewan komisaris, serta perwakilan DPRD dan OPD setempat.

 

Menurut Bupati, kegagalan atau keberhasilan sebuah lembaga keuangan sangat bergantung pada ketepatan strategi dan kemampuan manajemen dalam mencari solusi atas setiap permasalahan. Ia pun menginstruksikan manajemen PT Selaparang Finansial untuk memprioritaskan penagihan utang dengan melibatkan seluruh karyawan, setelah sebelumnya mereka mendapat pelatihan yang memadai.

 

Lebih jauh, Bupati mengingatkan bahwa BUMD memiliki fungsi ganda, yakni meraih profit sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat melalui harga yang terjangkau. Ia menekankan bahwa bekerja di BUMD adalah bentuk pengabdian, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok. “Direksi jangan mengambil kebijakan sepihak. Buka ruang diskusi seluas-luasnya dengan tenaga ahli agar keputusan tidak merugikan perusahaan,” pesannya.

 

Terkait mutasi atau perubahan struktur organisasi, Bupati meminta agar hal tersebut didasarkan pada kebutuhan efektivitas bisnis dan kesadaran akan tanggung jawab. Di akhir arahannya, ia mendesak manajemen melakukan pemetaan ulang terhadap potensi pasar dan kapasitas SDM. “Kita sesuaikan target dengan potensi yang masuk akal. Saya ingin melihat perubahan nyata pada RUPS tahun depan: kredit macet turun dan keuntungan naik,” pungkasnya.

 

Menanggapi hal itu, Dewan Komisaris Utama PT Selaparang Finansial Muhammad Isra’i mengakui bahwa meskipun ada pertumbuhan hasil usaha dibanding tahun sebelumnya, kinerja sepanjang 2025 belum maksimal. Hal ini dipengaruhi dinamika ekonomi nasional, kebijakan keuangan, dan keterbatasan anggaran pembangunan daerah. Ia menyebut periode ini sebagai fase transisi krusial yang harus dikelola secara akuntabel demi perbaikan berkelanjutan.

 

Direktur Utama PT Selaparang Finansial Iva Nuril Solihani melaporkan bahwa perusahaannya menjadi satu-satunya BUMD modal ventura di daerah yang masih bertahan di tengah penurunan jumlah perusahaan sejenis dari 23 menjadi 17 entitas secara nasional. Dengan 25 karyawan, perusahaan mengandalkan SDM sebagai aset utama serta memberikan jaminan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Selain itu, PT Selaparang Finansial juga aktif mendukung program sosial Pemda, seperti safari ramadan, bantuan anak yatim, rehabilitasi masjid, dan paket sembako.

 

RUPS yang berlangsung di aula kantor PT Selaparang Finansial itu turut dihadiri perwakilan DPRD, Asisten Sekda bidang perekonomian, Staf Ahli Bupati, serta jajaran direksi dan dewan komisaris BUMD Lombok Timur.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *