BRI Peduli Berdayakan Purna PMI Lombok Timur Lewat Pelatihan Kerajinan Bambu

Berita259 Dilihat
banner 468x60

 

Lombok Timur (Penegak.com)-

banner 336x280

Dalam upaya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) No. 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan Intra dan Antar Negara, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. melalui program BRI Peduli kembali menunjukkan komitmennya terhadap pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan Program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) Pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI), BRI menyelenggarakan pelatihan khusus bagi para purna PMI di Peraja Coffee & Bungalow, Loyok, Lombok Timur pada 23–24 September 2025.
Program ini difokuskan untuk membekali para purna PMI dengan keterampilan dan pengetahuan praktis guna mendorong kemandirian ekonomi setelah mereka kembali ke tanah air. Kegiatan ini dilaksanakan langsung oleh Tim Corporate Secretary CSR Department Kantor Pusat BRI dengan dukungan narasumber profesional di bidang keterampilan, kewirausahaan, dan pemasaran.

Pimpinan BRI Cabang Selong, Allan Arya Utama, menjelaskan bahwa Kabupaten Lombok Timur dipilih sebagai lokasi kegiatan karena daerah ini memiliki sentra kerajinan anyaman bambu yang cukup potensial. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, para perajin bambu mengalami kesulitan dalam memasarkan produk mereka akibat keterbatasan bahan baku dan meningkatnya persaingan dengan produk modern.

“Melalui program pemberdayaan ini, kami ingin membantu para purna PMI agar dapat mengembangkan potensi lokal yang ada, seperti kerajinan bambu, dengan sentuhan inovasi desain dan strategi pemasaran modern,” jelas Allan.

Ia menambahkan, pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga mendorong peserta agar memiliki pemahaman wirausaha dan inovasi produk, sehingga dapat mengembangkan usaha secara mandiri maupun berkolaborasi dengan pelaku UMKM lokal.

Dengan adanya program ini, BRI berharap para purna PMI di Lombok Timur dapat berkontribusi aktif dalam pembangunan ekonomi daerah, sekaligus menjadi contoh nyata bahwa kepulangan dari luar negeri bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *